Desain dan Multimedia Pembelajaran

 

Sumber: Pinterest

Halo, Sobat Kreatif!

Tahukah kalian apa itu desain dan multimedia pembelajaran? Kalau belum, yuk kita bahas!

Apa Sih Itu Desain dan Multimedia Pembelajaran?

Desain dan multimedia merupakan dua hal yang berkaitan. Dalam membuat sebuah multimedia pembelajaran, harus memiliki sketsa atau gambaran awal yang dapat disebut sebagai desain. Di dalam desain itu sendiri, mencakup beberapa unsur seperti tema, media-media penyampaian, konten, dan orang-orang yang terlibat. Bentuk-bentuk dari desain ada beberapa macam, diantaranya:

  • Prototype
Prototype adalah alat untuk membuat btain storming dan mengkomunikasikan ide. Ini merupakan gambaran awal dari program yang menggambarkan tampilan dan nuansa, metodologi dan metafora yang akan digunakan.
Dengan prototype, ide yang akan disampaikan akan dapat lebih diterima dan mendapat umpan balik menggunakan representasi visual jika dibandingkan hanya dengan menggunakan kata-kata saja. 
  • Flowchart
Flowchart atau diagram alir adalah  representasi visual dari suatu proses atau sistem. Bagan alir menggunakan simbol dan tanda panah untuk menggambarkan urutan langkah-langkah dalam suatu proses, sehingga lebih mudah dipahami dan dianalisis. Flowchart adalah tampilan utama yang menunjukkan struktur dan urutan program. Flowchart dan storyboard bisa terjadi secara simultan karena perubahan satu memerlukan modifikasi yang lain. Bagan alir sebuah flowchart adalah bagan atau diagram tentang bagaimana program berjalan atau mengalir.  
Flowchart level-1 adalah diagram sederhana bagaimana program akan dilanjutkan. Ini tidak berisi cabang dan tidak ada keputusan yang dinyatakan secara eksplisit. Anda mungkin berpikir jika itu sebagai ringkasan eksekutif rencana instruksional dalam bentuk shematic. Flowchart level-2 lebih rumit, menunjukkan poin keputusan utama dan apa yang terjadi pada masing-masing. Flowchart level-3 adalah blue print program yang sangat rinci termasuk semua rincian yang dibutuhkan orang lain untuk menerapkan program di komputer.
Berikut ini beberapa simbol yang digunakan dalam flowchart:

 Sumber: Pinterest
Berikut beberapa langkah untuk menyusun flowchart di Microsoft Word:
Langkah-langkah Membuat Flowchart di Word

1. Buka Microsoft Word
  • Buka dokumen kosong atau dokumen tempat kamu ingin menyisipkan flowchart.
2. Masuk ke Menu "Insert"
  • Klik tab Insert di bagian atas.
  • Klik Shapes.
3. Pilih Simbol Flowchart
  • Di bagian bawah menu Shapes, kamu akan menemukan bagian Flowchart. Beberapa simbol yang umum digunakan: Terminator (Oval) → untuk Start dan End. Process (Persegi Panjang) → untuk menunjukkan langkah/tindakan.    Decision (Belah Ketupat) → untuk pengambilan keputusan.                        Arrow (Panah) → untuk menghubungkan antar langkah.

4. Gambar dan Susun Simbol
  • Klik simbol yang diinginkan, lalu klik-drag di dokumen untuk menggambarnya.
  • Susun simbol-simbol sesuai alur proses.
  • Klik kanan → Add Text untuk memberi label pada tiap simbol.
5. Hubungkan dengan Panah
  • Gunakan panah (Arrow) dari menu Shapes.
  • Sambungkan antar simbol mengikuti alur logika proses.
6. Rapikan dan Format
  • Gunakan fitur Align, Group, atau Distribute di tab Shape Format untuk merapikan posisi.
  • Atur warna, ukuran teks, dan garis sesuai kebutuhan.

  • Storyboard
Storyboard adalah cara yang ampuh untuk
mengkomunikasikan desain kepada klien, programer dan orang lain. Storyboard memberikan representasi visual dari desain, serta sebagian besar rincian yang
dibutuhkan programer untuk diterapkan. Pada program sederhana dapat memasukkan informasi yang digambarkan dalam diagram alir meskipun untuk program yang lebih kompleks, seperti simulasi tidak mungkin terjadi dan diagram alur mungkin diperlukan
juga. Storyboard bisa digunakan saat merancang pembelajaran berbasis Web karena pembelajaran tradisional kurang berorientasi multimedia. Storyboard berisi informasi identifikasi, seperti nomor storyboard, nama program, penulis, dan tanggal. Sisi kanan berisi
catatan pinggir, dalam hal ini rincian tentang teks dan informasi percabangan.
Komponen storyboard adalah sebagai berikut:
1. Menulis dan merevisi teks utama
2. Menulis dan merevisi teks sekunder
3. Menghasilkan storyboard
4. Menggambar dan merevisi tampilan grafis dan merencanakan luaran lainnya
5. Diagram alir dan papan cerita
6. Evaluasi diagram alir oleh ahli/pakar
7. Ahli/pakar mengulas storyboard dan audiens yang menggunakan
8. Membuat revisi
  • Script
Script adalah teks yang diucapkan mencakup petunjuk tahap yang menggambarkan apa yang harus dilakukan aktor, seperti dalam sebuah drama. Perbedaan mendasar antara menulis storyboard dan menyiapkan naskah audio adalah gaya penulisannya harus berbeda.
Teks lisan dibuat untuk audio berbeda dari teks
yang akan dibaca. Teks yang bisa dibaca, seperti di buku, biasanya tidak terdengar bagus saat diucapkan dengan lantang. Teknik perancangan yang berguna adalah membaca teks dengan keras saat Anda menuliskannya. Anda juga harus menulis skrip audio persis seperti yang Anda inginkan.
Saat menulis naskah, Anda juga harus mendapatkan masukan dari orang yang pada akhirnya akan membacanya saat merekam. Bakat suara berpengalaman biasanya sangat bisa memberi wawasan tentang gaya tulisan Anda. Voicer yang berbakat bisa memeriksa skrip sehingga dapat mengurangi biaya produksi. Jika voicer sulit untuk mengikuti tulisan Anda, sesi rekaman mungkin memakan waktu lebih lama karena kebutuhan untuk merekam segmen pada beberapa waktu.


B. Multimedia Pembelajaran
Beberapa definisi multimedia pembelajaran menurut para ahli diantaranya:
Von Wodtke (Mishra & Sharma, 2005: 196),
mendefinisikan multimedia sebagai integrasi beberapa media seperti teks, suara, gambar, animasi, video, gambar, dan tata ruang pemodelan ke sistem komputer.
Robin dan Linda (Suyanto, 2005: 21) menyatakan multimedia adalah alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video.
Schwier & Misanchuk (1993: 6) menyatakan multimedia pembelajaran interaktif adalah program pembelajaran yang terdiri atas berbagai sumber belajar dengan pengoperasian menggunakan komputer. Program sengaja didesain dan dilihat respon kelayakan apakah (misalnya menu, masalah, simulasi, pertanyaan) berpengaruh pada sekuensi, ukuran, konteks, dan bentuk program.
Multimedia pembelajaran adalah sebuah sistem
perangkat keras dan perangkat lunak untuk menggubah dan menampilkan gabungan presentasi yang terdiri dari teks, audio, film, dan gambar bergerak yang digunakan dalam proses pembelajaran. Ada empat aplikasi pada media ini yaitu, tutorial, drill and practice, games and simulations, dan database.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah bekerja pada slide powerpoint.  Slide merupakan lembar yang berisi materi presentasi. Biasanya dalam sebuah presentasi terdapat lebih dari satu slide. Pengaturan yang berhubungan dengan slide di antaranya dapat dilakukan pada ribbon Home, tepatnya pada grup Slide.
Berikut panduan langkah-langkah yang dapat kamu ikuti.
  • New slide, untuk menambah slide baru
  • Layout, untuk mengganti layout slide
  • Reset, untuk mengembalikan settingan semula
  • Delete slide, untuk menghapus slide.
  1. Menambah Slide
Untuk menambah slide baru, kamu dapat
melakukannya dengan cara sebagai berikut:
a. Aktifkan ribbon Home
b. Pada grup Slides, klik anak panah pada tombol New Slides. Sehingga akan muncul beberapa bentuk slide.

      2. Mengganti Layout Slide
Untuk mengganti layout slide, caranya klik tombol Layout yang terdapat pada group Slide (ribbon Home).

     3. Memberi Background Slide
Untuk mempercantik tampilan latar belakang slide, kamu dapat memberikan warna atau gambar tertentu.
a. Seleksi slide yang berada disebelah kiri layar,
kemudian klik kanan mouse. Sehingga akan muncul menu dan pilih Format Background.
b. Pada kotak dialog Format
Background ada pengaturan Background, yaitu: Solid Fill, Gradient fill, dan Picture or texture fill. Atau kamu dapat memilih melalui ribbon Design, pilih Background Styles.

      4. Mengatur Orientasi dan Ukuran Slide
Slide yang telah dibuat dapat diatur orientasi maupun ukurannya. Untuk melakukannya ikuti
langkah-langkah berikut ini:
a. Aktifkan ribbon Design, kemudian pada grup Page Setup pilih Slide Orientation.
b. Akan muncul dua menu pilihan, yaitu Potrait (berdiri) dan Landscape (mendatar).
Untuk mengatur ukuran slide, klik tombol Page
Setup, sehingga muncul kotak seperti disamping.
• Slides sized for, untuk memilih ukuran slide
• Width, untuk mengatur lebar slide
• Height, untuk mengatur tinggi slide
• Number slides from, untuk memberi angka slide, dimulai dari angka berapa.

       5.  Setelah diatur, kemudian klik OK

Memberi Efek Animasi
1. Memberi Efek Animasi Pada Obyek/Teks
Powerpoint menyediakan fasilitas untuk
memberikan efek animasi pada teks. Anda bisa
memilihnya sesuai dengan tema atau tampilan slide presentasi yang Anda buat. Berikut ini, langkah-langkah untuk memberikan efek animasi.
a. Seleksi obyek/teks yang akan diberikan efek animasi.
b. Pada ribbon Animations, dapat dipilih efek animasi dengan menekan tombol Animate yang terdapat pada grup Animations, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
c. Pada menu muncul tiga efek animasi yaitu Fade, Wipe, dan Fly in. Jika Anda memilih Custom Animation klik Add Effect. Efek yang dipilih otomatis akan dapat dilihat di previewnya.
d. Selain itu, Anda dapat memilih More Effect untuk memilih efek lainnya.
e. Obyek/teks yang telah diberi efek animasi akan ditandai dengan nomor. Nomor tersebut adalah urutan dari efek animasi saat presentasi dijalankan.

2. Memberi Efek Peralihan Antar Slide
a. Pilih slide yang akan diberikan efek peralihan
b. Pilih efek transisi pada grup Transition to This Slide (Ribbon Animations)

Nah.. itu dia beberapa langkah yang dapat diikuti untuk membuat multimedia pembelajaran. Di bawah ini, contoh multimedia pembelajaran berbasis powerpoint interaktif dengan materi Mengenal Keberagaman Budaya Indonesia Suku Sasambo untuk pembelajaran Seni Budaya kelas 4 SD lengkap dengan flowchart dan storyboard-nya.

Flowchart


Storyboard
Untuk storyboard-nya hanya ditampilkan beberapa slide yang ada pada laman judul, petunjuk pembelajaran, dan materi pembelajaran yang dibahas.






Materi yang dikembangkan
Materi Mengenal Keberagaman Budaya Indonesia Suku Sasambo

Suku Sasambo merupakan singkatan dari suku Sasak, suku Samawa, dan suku Mbojo. Suku Sasak adalah suku yang mendiami Pulau Lombok, suku Samawa adalah suku yang mendiami Pulau Sumbawa, dan suku Mbojo adalah suku yang mendiami Pulau Bima dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Keberagaman budaya yang ada di NTB tepatnya suku Sasambo dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti pakaian adat dan makanan tradisional. Dua aspek tersebut merupakan contoh kebudayaan yang paling dekat dan kental dengan suku Sasambo.

Pakaian adat adalah pakaian tradisional yang digunakan oleh masyarakat setempat secara turun-temurun dan dijaga kelestariannya, biasanya digunakan untuk menghadiri acara-acara maupun upacara adat tertentu. Pakaian adat tradisional suku Sasambo, diantaranya:
● Pakaian adat Suku Sasak
Pakaian adat suku Sasak untuk pria sebagai berikut:
1. Sapuq (ikat kepala). Penggunaannya melambangkan agar menjaga pikiran pemakainya dari hal-hal kotor.
2. Pegon (baju jas pria) yang melambangkan keagungan dan kesopanan.
3. Leang atau podot (kain songket yang berfungsi untuk menyelipkan keris)
4. Selewoq (kain panjang yang menutupi perut hingga betis). Dalam penggunaannya melambangkan bahwa harus menjunjung kearifan lokal di Bumi yang dipijak, dab hubungan dengan Tuhan.
5. Selipan (keris atau senjata tajam yang diselipkan di leang) yang memiliki makna simbol status, keberanian, dan kehormatan seseorang.

Pakaian adat perempuan sebagai berikut:
1. Pangkak (mahkota) yang melambangkan keanggunan, kemurnian, dan status sosial perempuan Sasak.
2. Tangkong (baju atas perempuan) sebagai lambang keanggunan bagi perempuan.
3. Tongkak (ikat pinggang) yang penggunaannya mencerminkan seseorang yang menghormati adat dan menjunjung tinggu hubungan sosial dan sesama.
4. Lempot (selendang yang disampirkan ke pundak) melambangkan kasih sayang, pemakaiannya juga mencerminkan filosofi masyarakat Sasak dalam menjaga hubungan yang harmonis.
5. Kereng (sarung songket bawah) yang melambangkan harapan akan kesejahteraan dan keberlanjutan generasi.
6. Endit/pending (aksesoris pelengkap seperti gelang) yang bukan hanya sebagai hiasan, tetapi juga menverminkan nilai sosial dan ekonomi pemakainya.

● Pakaian adat suku Samawa
Lamung Pene
Pakaian adat suku Samawa yaitu Lamung Pene. Lamung pene merupakan baju adat istiadat yang selalu dipakai di acara acara penting bagi mayoritas masyarakat Sumbawa. Lamung pene juga biasa dipakai oleh segala kalangan, baik itu yang tua, muda dan anak kecil pada umumnya. 
Lamung pene memiliki kain yang berbahan kaca. Lamung pene juga biasanya dihiasi dengan sulaman benang emas yang berbentuk bunga.  Lamung pene ada yang berlengan pendek dan panjang. Bawahan yang dipakai saat mengenakan lamung pene biasanya rok panjang yang bermotif (perempuan) dan celana (laki laki). Lamung pene juga biasanya dipakai dengan hijab dan bisa juga tidak.  Itulah mengapa Dalam bahasa Sumbawa, Lamung berarti pakaian dan Pene berarti pendek. Nama ini diberikan karena Lamung Pene berlengan pendek. Bagian bawah yang dikenakan saat memakai Lamung Pene biasanya berupa rok panjang bermotif untuk perempuan dan celana untuk laki-laki. Pakaian ini dapat dipadukan dengan hijab atau tanpa hijab, tergantung pada preferensi pemakainya. Lamung Pene biasanya dipakai oleh perempuan Sumbawa dalam acara-acara adat, seperti Barodak, Nyorong, dan Rapancar.  

Tebelompa
Tembelompa adalah kain sarung bermotif kotak-kotak yang dikenakan sebagai bagian bawah oleh perempuan. Biasanya, kain ini terbuat dari songket yang dipakai hingga mata kaki. Tembelompa melengkapi Lamung Pene dan menunjukkan identitas budaya Sumbawa, serta sering digunakan dalam berbagai upacara adat. 

Pangkenang Lonas Pabite
Pangkenang Lonas Pabite adalah pakaian yang diperuntukkan bagi remaja dan pemuda, menampilkan gaya yang lebih modern. Lonas Pabite artinya remaja yang bergaya atau gaya remaja. Pangkenang adat ini diperuntukan bagi remaja dan pemuda dikenakan dalam berbagai kesempatan budaya, penyambutan tamu baik di dalam maupun di luar daerah.
Pakaian Pria terdiri dari : Sapu Alang Tokko Mako Turen Den, Pabasa Alang Salempang Lipat Dua, Kere Alang dikenakan dengan cara "Tepong gadu" yakni melipat kain dipinggang kiri dan kanan, lalu diberi Parabat. Panjang kain kira-kira 10 cm di bawah lutut. Lamung Taruna Lengan, Saluar Belo, Parabat, Salepe, Alas kaki (sepatu sandal/sepatu). 
Sementara itu, pakaian Wanita terdiri dari : Sapu Kidasanging diletakkan di atas sanggul punyung belakang, Lamung Pene diberi hiasan dengan teknik border/payet (cepo/cila), Kere Alang, Bebat (stagen) dan Parabat, Assesoris: Kemang Bagegar/Kemang Kanentek (tiga batang), Bengkar Tarowe (anting), Kemang Sumping, Tonang Mastora (kalung), Ponto (gelang), Salepe, Alas kaki (selop terbuka).

● Pakaian adat Suku Mbojo
Siki Lampa dan Siki Wani
Pakaian adat pernikahan suku bima memiliki istilah khusus yang digunakan untuk membedakan pakaian pengantin pria dan pengantin perempuan yaitu, siki lampa adalah pakaian yang digunakan untuk pengantin pria dalam upacara pernikahan dan siki wani adalah pakaian yang dikenakan oleh pengantin perempuan dalam upacara pernikahan. Setiap bagian pakaian memiliki nama dan makna tersendiri, yang mencerminkan nilai budaya dan filosofi masyarakat bima. Adapun bagian bagian dari siki lampa dan siki wani sebagai berikut
Pakaian Pengantin Pria (Siki Lampa) Pakaian pengantin pria (siki lampa) ini terdiri dari beberapa bagian yaitu; baju nggoli, sambolo, tembe me’e,salawi, dan sampela.
    - Baju nggoli
Baju ini merupakan kemeja lengan panjang yang umumnya berwarna hitam Bagian baju dihiasi dengan bordiran emas yang mempertegas kesan mewah dan berwibawa. Warna hitam melambangkan kewibawaan dan kebijaksanaan seorang pria. Bordiran emas menggambarkan kebangsawanan dan status sosial yang tinggi.
Sambolo
Sambolo adalah ikat kepala khas pria Bima yang dikenakan dalam upacara pernikahan. Biasanya berwarna emas atau memiliki corak khas yang memperlihatkan identitas adat Bima. Ikat kepala ini melambangkan keberanian, kebijaksanaan, serta kepemimpinan seorang pria dalam rumah tangga.
- Tembe me’e
Tembe Me’e adalah sarung songket yang digunakan sebagai bawahan. Warna kuning keemasan sering dipilih karena melambangkan kemakmuran dan kebangsawanan. Motif songket yang khas menunjukkan identitas budaya masyarakat Bima yang kaya akan nilai seni.
- Salawi
Salawi adalah ikat pinggang yang dikenakan untuk mengencangkan sarung. Selain berfungsi praktis, Salawi juga menambah kesan gagah dan berwibawa bagi pengantin pria. Ikat pinggang ini juga menjadi simbol kesiapan seorang pria dalam memimpin rumah tangga.
- Sampela
Sampela adalah selendang yang diselempangkan di bahu pengantin pria. Selendang ini berfungsi sebagai pelengkap busana agar terlihat lebih megah. Sampela juga menunjukkan status sosial pengantin pria dalam adat Bima. 
Pakaian pengantin perempuan (siki wani)
Pakaian pengantin perempuan ini terdiri dari beberapa bagian yaitu; baju kakabu, tembe sumbu, kida, antondi, salaka, sampela.
- Baju kababu
Baju Kababu merupakan atasan atau kebaya khas yang dikenakan oleh pengantin wanita. Biasanya berwarna mencolok seperti merah atau emas, mencerminkan kemegahan dan keanggunan. Bordiran emas yang menghiasi baju menambah kesan elegan dan mewah.
-Tembe sumbu
Tembe Sumbu adalah kain songket khas Bima yang digunakan sebagai bawahan.Warna emas dan motif tradisional pada kain ini melambangkan status sosial serta kemuliaan seorang wanita. Sarung ini menunjukkan keanggunan pengantin wanita dalam adat Bima.
- Kida
Kida adalah mahkota emas yang dikenakan di kepala pengantin wanita. Mahkota ini melambangkan status, kecantikan, serta keanggunan seorang wanita. Bentuk dan ukiran pada Kida mencerminkan warisan budaya yang kaya dari masyarakat Bima.
- Antondi
Antondi adalah gelang emas besar yang dikenakan di tangan pengantin wanita. Gelang ini menjadi simbol kemewahan dan keberuntungan dalam kehidupan pernikahan. Ukiran dan desainnya dibuat dengan detail khas adat Bima.
       - Salaka
    Salaka adalah kalung besar yang menjadi bagian dari perhiasan pengantin wanita. Kalung ini memberikan kesan megah dan menunjukkan status sosial pengantin. Salaka juga menjadi simbol kemakmuran dan keberkahan dalam kehidupan rumah tangga.
        - Sampela
       Sampela adalah selendang yang dikenakan oleh pengantin wanita sebagai pelengkap busana. Selendang ini menambah keindahan tampilan pengantin dan menunjukkan identitas budaya Bima. Selain estetika, Sampela juga memiliki makna perlindungan dan penghormatan dalam adat.

  Selanjutnya adalah makanan tradisional suku Sasambo:
● Makanan tradisional Suku Sasak
Pelecing Kangkung
Plecing Kangkung adalah salah satu hidangan khas Lombok yang terbuat dari kangkung yang disajikan dengan sambal pedas. Salad yang segar dan aromatik ini menjadi pilihan lauk yang wajib dicoba saat berkunjung ke Lombok. Kangkung direbus terlebih dahulu dan kemudian disiram dengan sambal pedas yang kaya akan rempah-rempah, menciptakan perpaduan rasa yang unik.
Bahan pembuatan Plecing kangkung:
• 1 ikat kangkung
• 1 bks Tauge panjang
• 1 buah jeruk limau, belah dua
• 50 ml Air
• 6 siung bawang merah
• 1 buah tomat
• 5 buah cabe rawit merah
• 1 bks terasi abc kecil
• 1/2 sdt garam
• 1 sdt gula pasir

Langkah-langkah pembuatan:
Untuk membuat Plecing Kangkung, langkah pertama adalah mendidihkan air dalam panci. Setelah itu, masukkan kangkung dan biarkan mendidih hingga empuk, namun tetap tidak terlalu lembek. Angkat, buang airnya, dan siram dengan air dingin untuk mempertahankan warna hijau yang segar. Peras air berlebihnya dan letakkan dalam mangkuk terpisah, kemudian kukus kelapa parut selama 10 menit. Saus sambal, yang menjadi elemen penting dalam memberikan rasa pedas dan khas, dibuat dengan mencampurkan tomat besar, terasi, bawang merah, cabai rawit, gula, dan garam dalam food processor. Proses hingga halus, kemudian panaskan sedikit minyak dalam wajan dan masukkan saus sambal. Masak selama beberapa menit hingga wangi. Setelah itu, tata kangkung yang sudah direbus di piring saji dan taburi dengan kacang tanah sangrai (opsional). Siram dengan saus sambal dan sajikan bersama potongan jeruk nipis segar. 

● Makanan tradisional Suku Samawa
Singang
 Singang adalah hidangan khas Sumbawa yang dikenal dengan kuah kuningnya yang segar dan gurih. Makanan ini terbuat dari ikan segar yang dimasak dengan bumbu khas yang terdiri dari berbagai rempah. Ikan yang sering digunakan untuk membuat singang antara lain nila, kakap, atau bandeng. Selain itu, singang juga bisa menggunakan udang atau kepiting sebagai bahan utama. Kuah singang memiliki rasa asam manis yang menyegarkan, mencerminkan ciri khas kuliner Sumbawa. Warna kuah yang kekuningan berpadu dengan daun kemangi yang hijau dan cabai rawit merah, memberikan kesan segar pada hidangan ini. Singang memiliki beberapa variasi, seperti Singang Pacat dengan kuah yang sangat kental, Singang Sekepak yang ditambahkan dengan buah asam jawa muda dalam kuahnya, dan Singang udang/kepiting yang menggunakan udang atau kepiting sebagai bahan utama.

Bahan-bahan:

·        Ikan nila

·        Terong

·        Tomat

·        Bawang merah

·        Cabe rawit

·        Jeruk nipis

·        Serai

·        Lengkuas

·        Kemangi

·        Daun bawang

·        Cabai kriting

·        Kemiri

·        Kunyit

Cara membuatnya:

1.      Bersihkan isi perut ikan dan cuci hingga bersih. Potong 1 ekor jadi 2 bagian agar tidak terlalu kecil. Tambahkan perasan jeruk nipis secukupnya. 

2.      Haluskan bumbu seperti bawang putih, kemiri, cabai merah keriting, cabai rawit, kunyit. Iris tipis bawang merah. Geprek lengkuas dan serai.

3.      Panaskan minyak secukupnya lalu masukkan bawang merah, tumis hingga sedikit matang, masukkan bumbu halus, serai, lengkuas. Tumis hingga aromanya harum.

4.      Masukkan air asam jawa. Remas asam dan masukkan airnya saja. Kalau perlu disaring. Tambahkan air 2 gelas kecil/ belimbing. Tunggu hingga mendidih. Setelah mendidih, masukkan ikan. Dan bumbui kuahnya dengan garam, gula pasir, dan kaldu jamur (penyedap rasa pokoknya) secukupnya sesuaikan selera agar bumbu meresap sempurna.

5.  Tunggu hingga ikan matang. Masukkan terong yang sudah dipotong. Masukkan tomat, cabai rawit utuh, ruku serta daun bawang secukupnya. 


● Makanan tradisional suku Mbojo
Uta Palumara Londe
  Uta Palumara Londe, yang juga dikenal dengan nama Bandeng Kuah Kuning, adalah hidangan tradisional khas Bima, sebuah kota di bagian timur Pulau Sumbawa, NTB. Hidangan ini terbuat dari ikan bandeng yang dimasak dengan kuah kuning yang memiliki aroma khas. Untuk menyiapkan Uta Palumara Londe, ikan bandeng biasanya dibumbui dengan garam dan rempah-rempah yang pas. Ikan kemudian dimasak bersama campuran bawang merah, bawang putih, cabai, asam jawa, dan rempah-rempah lainnya, menciptakan perpaduan rasa gurih, asam, dan pedas yang lezat. 

Bahan:

·        1 ekor ikan bandeng, potong-potong

·        1.500 ml air

·        10 butir bawang merah, iris tipis

·        2 siung bawang putih, iris tipis

·   1 buah cabai merah besar, potong serong

·       3 buah cabai hijau besar, potong serong

·        3 buah cabai rawit merah, iris serong

·        4 buah asam muda

·        1 buah tomat, potong-potong

·        2 buah tomat hijau, potong-potong

·        2 sendok teh garam

·        1/2 sendok teh gula pasir

·        4 batang kemangi, petiki

Cara membuat:

1. Lumuri ikan bandeng dengan 1 sdt garam. Diamkan 15 menit.

2. Rebus air, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai hijau besar, dan cabai rawit merah sampai mendidih dan harum.

3. Tambahkan asam muda, tomat, dan tomat hijau. Aduk rata. Bubuhi garam dan gula pasir. Masak sampai mendidih kembali.

4.   Masukkan ikan bandeng dan kemangi. Aduk rata. Masak sampai matang dan bumbu meresap.

Itu dia materi tentang keberagaman budaya Suku Sasambo yang terdiri dari pakaian adat dan makanan tradisional. 

Berikut slide powerpoint interaktif




Untuk lebih jelasnya, kamu dapat mengikuti langkah-langkah menyusun powerpoint interaktif melalui video youtube berikut:




Nah.. itu dia materi tentang desain dan multimedia pembelajaran.
Selamat belajar di chapter berikutnya!


Referensi:
Ermiana, Ida, dkk. 2022. Pengembangan Media Pembelajaran SD. Mataram: Mataram University Press.

Ardhika, I Komang Kusuma, dkk. 2025. Makalah Makanan Tradisional Suku Sasambo.

Mutiara, Intan, dkk. 2025. Makalah Pakaian Adat Suku Sasambo.

Komentar

Postingan Populer