Tahukah kalian apa itu desain dan multimedia pembelajaran? Kalau belum, yuk kita bahas!
Desain dan multimedia merupakan dua hal yang berkaitan. Dalam membuat sebuah multimedia pembelajaran, harus memiliki sketsa atau gambaran awal yang dapat disebut sebagai desain. Di dalam desain itu sendiri, mencakup beberapa unsur seperti tema, media-media penyampaian, konten, dan orang-orang yang terlibat. Bentuk-bentuk dari desain ada beberapa macam, diantaranya:
Prototype adalah alat untuk membuat btain storming dan mengkomunikasikan ide. Ini merupakan gambaran awal dari program yang menggambarkan tampilan dan nuansa, metodologi dan metafora yang akan digunakan.
Dengan prototype, ide yang akan disampaikan akan dapat lebih diterima dan mendapat umpan balik menggunakan representasi visual jika dibandingkan hanya dengan menggunakan kata-kata saja.
1. Buka Microsoft Word
2. Masuk ke Menu "Insert"
3. Pilih Simbol Flowchart
4. Gambar dan Susun Simbol
5. Hubungkan dengan Panah
6. Rapikan dan Format
Storyboard adalah cara yang ampuh untuk
mengkomunikasikan desain kepada klien, programer dan orang lain. Storyboard memberikan representasi visual dari desain, serta sebagian besar rincian yang
dibutuhkan programer untuk diterapkan. Pada program sederhana dapat memasukkan informasi yang digambarkan dalam diagram alir meskipun untuk program yang lebih kompleks, seperti simulasi tidak mungkin terjadi dan diagram alur mungkin diperlukan
juga. Storyboard bisa digunakan saat merancang pembelajaran berbasis Web karena pembelajaran tradisional kurang berorientasi multimedia. Storyboard berisi informasi identifikasi, seperti nomor storyboard, nama program, penulis, dan tanggal. Sisi kanan berisi
catatan pinggir, dalam hal ini rincian tentang teks dan informasi percabangan.
Komponen storyboard adalah sebagai berikut:
1. Menulis dan merevisi teks utama
2. Menulis dan merevisi teks sekunder
3. Menghasilkan storyboard
4. Menggambar dan merevisi tampilan grafis dan merencanakan luaran lainnya
5. Diagram alir dan papan cerita
6. Evaluasi diagram alir oleh ahli/pakar
7. Ahli/pakar mengulas storyboard dan audiens yang menggunakan
8. Membuat revisi
Script adalah teks yang diucapkan mencakup petunjuk tahap yang menggambarkan apa yang harus dilakukan aktor, seperti dalam sebuah drama. Perbedaan mendasar antara menulis storyboard dan menyiapkan naskah audio adalah gaya penulisannya harus berbeda.
Teks lisan dibuat untuk audio berbeda dari teks
yang akan dibaca. Teks yang bisa dibaca, seperti di buku, biasanya tidak terdengar bagus saat diucapkan dengan lantang. Teknik perancangan yang berguna adalah membaca teks dengan keras saat Anda menuliskannya. Anda juga harus menulis skrip audio persis seperti yang Anda inginkan.
Saat menulis naskah, Anda juga harus mendapatkan masukan dari orang yang pada akhirnya akan membacanya saat merekam. Bakat suara berpengalaman biasanya sangat bisa memberi wawasan tentang gaya tulisan Anda. Voicer yang berbakat bisa memeriksa skrip sehingga dapat mengurangi biaya produksi. Jika voicer sulit untuk mengikuti tulisan Anda, sesi rekaman mungkin memakan waktu lebih lama karena kebutuhan untuk merekam segmen pada beberapa waktu.
B. Multimedia Pembelajaran
Beberapa definisi multimedia pembelajaran menurut para ahli diantaranya:
Von Wodtke (Mishra & Sharma, 2005: 196),
mendefinisikan multimedia sebagai integrasi beberapa media seperti teks, suara, gambar, animasi, video, gambar, dan tata ruang pemodelan ke sistem komputer.
Robin dan Linda (Suyanto, 2005: 21) menyatakan multimedia adalah alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video.
Schwier & Misanchuk (1993: 6) menyatakan multimedia pembelajaran interaktif adalah program pembelajaran yang terdiri atas berbagai sumber belajar dengan pengoperasian menggunakan komputer. Program sengaja didesain dan dilihat respon kelayakan apakah (misalnya menu, masalah, simulasi, pertanyaan) berpengaruh pada sekuensi, ukuran, konteks, dan bentuk program.
Multimedia pembelajaran adalah sebuah sistem
perangkat keras dan perangkat lunak untuk menggubah dan menampilkan gabungan presentasi yang terdiri dari teks, audio, film, dan gambar bergerak yang digunakan dalam proses pembelajaran. Ada empat aplikasi pada media ini yaitu, tutorial, drill and practice, games and simulations, dan database.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah bekerja pada slide powerpoint. Slide merupakan lembar yang berisi materi presentasi. Biasanya dalam sebuah presentasi terdapat lebih dari satu slide. Pengaturan yang berhubungan dengan slide di antaranya dapat dilakukan pada ribbon Home, tepatnya pada grup Slide.
Berikut panduan langkah-langkah yang dapat kamu ikuti.
- New slide, untuk menambah slide baru
- Layout, untuk mengganti layout slide
- Reset, untuk mengembalikan settingan semula
- Delete slide, untuk menghapus slide.
- Menambah Slide
Untuk menambah slide baru, kamu dapat
melakukannya dengan cara sebagai berikut:
a. Aktifkan ribbon Home
b. Pada grup Slides, klik anak panah pada tombol New Slides. Sehingga akan muncul beberapa bentuk slide.
2. Mengganti Layout Slide
Untuk mengganti layout slide, caranya klik tombol Layout yang terdapat pada group Slide (ribbon Home).
3. Memberi Background Slide
Untuk mempercantik tampilan latar belakang slide, kamu dapat memberikan warna atau gambar tertentu.
a. Seleksi slide yang berada disebelah kiri layar,
kemudian klik kanan mouse. Sehingga akan muncul menu dan pilih Format Background.
b. Pada kotak dialog Format
Background ada pengaturan Background, yaitu: Solid Fill, Gradient fill, dan Picture or texture fill. Atau kamu dapat memilih melalui ribbon Design, pilih Background Styles.
4. Mengatur Orientasi dan Ukuran Slide
Slide yang telah dibuat dapat diatur orientasi maupun ukurannya. Untuk melakukannya ikuti
langkah-langkah berikut ini:
a. Aktifkan ribbon Design, kemudian pada grup Page Setup pilih Slide Orientation.
b. Akan muncul dua menu pilihan, yaitu Potrait (berdiri) dan Landscape (mendatar).
Untuk mengatur ukuran slide, klik tombol Page
Setup, sehingga muncul kotak seperti disamping.
• Slides sized for, untuk memilih ukuran slide
• Width, untuk mengatur lebar slide
• Height, untuk mengatur tinggi slide
• Number slides from, untuk memberi angka slide, dimulai dari angka berapa.
5. Setelah diatur, kemudian klik OK
Memberi Efek Animasi
1. Memberi Efek Animasi Pada Obyek/Teks
Powerpoint menyediakan fasilitas untuk
memberikan efek animasi pada teks. Anda bisa
memilihnya sesuai dengan tema atau tampilan slide presentasi yang Anda buat. Berikut ini, langkah-langkah untuk memberikan efek animasi.
a. Seleksi obyek/teks yang akan diberikan efek animasi.
b. Pada ribbon Animations, dapat dipilih efek animasi dengan menekan tombol Animate yang terdapat pada grup Animations, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
c. Pada menu muncul tiga efek animasi yaitu Fade, Wipe, dan Fly in. Jika Anda memilih Custom Animation klik Add Effect. Efek yang dipilih otomatis akan dapat dilihat di previewnya.
d. Selain itu, Anda dapat memilih More Effect untuk memilih efek lainnya.
e. Obyek/teks yang telah diberi efek animasi akan ditandai dengan nomor. Nomor tersebut adalah urutan dari efek animasi saat presentasi dijalankan.
2. Memberi Efek Peralihan Antar Slide
a. Pilih slide yang akan diberikan efek peralihan
b. Pilih efek transisi pada grup Transition to This Slide (Ribbon Animations)
Nah.. itu dia beberapa langkah yang dapat diikuti untuk membuat multimedia pembelajaran. Di bawah ini, contoh multimedia pembelajaran berbasis powerpoint interaktif dengan materi Mengenal Keberagaman Budaya Indonesia Suku Sasambo untuk pembelajaran Seni Budaya kelas 4 SD lengkap dengan flowchart dan storyboard-nya.
Flowchart
Storyboard
Untuk storyboard-nya hanya ditampilkan beberapa slide yang ada pada laman judul, petunjuk pembelajaran, dan materi pembelajaran yang dibahas.
Materi yang dikembangkan
Materi Mengenal Keberagaman Budaya Indonesia Suku Sasambo
Suku Sasambo merupakan singkatan dari suku Sasak, suku Samawa, dan suku Mbojo. Suku Sasak adalah suku yang mendiami Pulau Lombok, suku Samawa adalah suku yang mendiami Pulau Sumbawa, dan suku Mbojo adalah suku yang mendiami Pulau Bima dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Keberagaman budaya yang ada di NTB tepatnya suku Sasambo dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti pakaian adat dan makanan tradisional. Dua aspek tersebut merupakan contoh kebudayaan yang paling dekat dan kental dengan suku Sasambo.
Pakaian adat adalah pakaian tradisional yang digunakan oleh masyarakat setempat secara turun-temurun dan dijaga kelestariannya, biasanya digunakan untuk menghadiri acara-acara maupun upacara adat tertentu. Pakaian adat tradisional suku Sasambo, diantaranya:
● Pakaian adat Suku Sasak
Pakaian adat suku Sasak untuk pria sebagai berikut:
1. Sapuq (ikat kepala). Penggunaannya melambangkan agar menjaga pikiran pemakainya dari hal-hal kotor.
2. Pegon (baju jas pria) yang melambangkan keagungan dan kesopanan.
3. Leang atau podot (kain songket yang berfungsi untuk menyelipkan keris)
4. Selewoq (kain panjang yang menutupi perut hingga betis). Dalam penggunaannya melambangkan bahwa harus menjunjung kearifan lokal di Bumi yang dipijak, dab hubungan dengan Tuhan.
5. Selipan (keris atau senjata tajam yang diselipkan di leang) yang memiliki makna simbol status, keberanian, dan kehormatan seseorang.
Pakaian adat perempuan sebagai berikut:
1. Pangkak (mahkota) yang melambangkan keanggunan, kemurnian, dan status sosial perempuan Sasak.
2. Tangkong (baju atas perempuan) sebagai lambang keanggunan bagi perempuan.
3. Tongkak (ikat pinggang) yang penggunaannya mencerminkan seseorang yang menghormati adat dan menjunjung tinggu hubungan sosial dan sesama.
4. Lempot (selendang yang disampirkan ke pundak) melambangkan kasih sayang, pemakaiannya juga mencerminkan filosofi masyarakat Sasak dalam menjaga hubungan yang harmonis.
5. Kereng (sarung songket bawah) yang melambangkan harapan akan kesejahteraan dan keberlanjutan generasi.
6. Endit/pending (aksesoris pelengkap seperti gelang) yang bukan hanya sebagai hiasan, tetapi juga menverminkan nilai sosial dan ekonomi pemakainya.
● Pakaian adat suku Samawa
Lamung Pene
Pakaian adat suku Samawa yaitu Lamung Pene. Lamung pene merupakan baju adat istiadat yang
selalu dipakai di acara acara penting bagi mayoritas masyarakat Sumbawa.
Lamung pene juga biasa dipakai oleh segala kalangan, baik itu yang tua, muda
dan anak kecil pada umumnya.
Lamung pene memiliki kain yang berbahan kaca.
Lamung pene juga biasanya dihiasi dengan sulaman benang emas yang berbentuk
bunga. Lamung pene ada yang berlengan pendek dan panjang. Bawahan yang
dipakai saat mengenakan lamung pene biasanya rok panjang yang bermotif
(perempuan) dan celana (laki laki). Lamung pene juga biasanya dipakai dengan
hijab dan bisa juga tidak. Itulah mengapa Dalam bahasa Sumbawa, Lamung
berarti pakaian dan Pene berarti pendek. Nama ini diberikan karena Lamung Pene
berlengan pendek. Bagian bawah yang dikenakan saat memakai Lamung Pene biasanya
berupa rok panjang bermotif untuk perempuan dan celana untuk laki-laki. Pakaian
ini dapat dipadukan dengan hijab atau tanpa hijab, tergantung pada preferensi
pemakainya. Lamung Pene biasanya dipakai oleh perempuan Sumbawa dalam
acara-acara adat, seperti Barodak, Nyorong, dan Rapancar.
Tebelompa
Tembelompa
adalah kain sarung bermotif kotak-kotak yang dikenakan sebagai bagian bawah oleh
perempuan. Biasanya, kain ini terbuat dari songket yang dipakai hingga mata
kaki. Tembelompa melengkapi Lamung Pene dan menunjukkan identitas budaya
Sumbawa, serta sering digunakan dalam berbagai upacara adat.
Pangkenang Lonas Pabite
Pangkenang Lonas Pabite adalah pakaian yang diperuntukkan bagi remaja dan
pemuda, menampilkan gaya yang lebih modern. Lonas Pabite artinya remaja yang
bergaya atau gaya remaja. Pangkenang adat ini diperuntukan bagi remaja dan
pemuda dikenakan dalam berbagai kesempatan budaya, penyambutan tamu baik di
dalam maupun di luar daerah.
Pakaian Pria terdiri dari : Sapu
Alang Tokko Mako Turen Den, Pabasa Alang Salempang Lipat Dua, Kere Alang
dikenakan dengan cara "Tepong gadu" yakni melipat kain dipinggang
kiri dan kanan, lalu diberi Parabat. Panjang kain kira-kira 10 cm di bawah
lutut. Lamung Taruna Lengan, Saluar Belo, Parabat, Salepe, Alas kaki (sepatu
sandal/sepatu).
Sementara itu, pakaian Wanita terdiri dari : Sapu Kidasanging
diletakkan di atas sanggul punyung belakang, Lamung Pene diberi hiasan dengan
teknik border/payet (cepo/cila), Kere Alang, Bebat (stagen) dan Parabat,
Assesoris: Kemang Bagegar/Kemang Kanentek (tiga batang), Bengkar Tarowe
(anting), Kemang Sumping, Tonang Mastora (kalung), Ponto (gelang), Salepe, Alas
kaki (selop terbuka).
● Pakaian adat Suku Mbojo
Siki Lampa dan Siki Wani
Pakaian adat pernikahan
suku bima memiliki istilah khusus yang digunakan untuk membedakan pakaian
pengantin pria dan pengantin perempuan yaitu, siki lampa adalah pakaian yang
digunakan untuk pengantin pria dalam upacara pernikahan dan siki wani adalah pakaian
yang dikenakan oleh pengantin perempuan dalam upacara pernikahan. Setiap bagian
pakaian memiliki nama dan makna tersendiri, yang mencerminkan nilai budaya dan
filosofi masyarakat bima. Adapun bagian bagian dari siki lampa dan siki wani
sebagai berikut
Pakaian Pengantin Pria (Siki Lampa) Pakaian pengantin pria
(siki lampa) ini terdiri dari beberapa bagian yaitu; baju nggoli, sambolo,
tembe me’e,salawi, dan sampela.
- Baju
nggoli
Baju ini merupakan kemeja
lengan panjang yang umumnya berwarna hitam Bagian baju dihiasi dengan bordiran
emas yang mempertegas kesan mewah dan berwibawa. Warna hitam melambangkan
kewibawaan dan kebijaksanaan seorang pria. Bordiran emas menggambarkan
kebangsawanan dan status sosial yang tinggi.
- Sambolo
Sambolo adalah ikat
kepala khas pria Bima yang dikenakan dalam upacara pernikahan. Biasanya
berwarna emas atau memiliki corak khas yang memperlihatkan identitas adat Bima.
Ikat kepala ini melambangkan keberanian, kebijaksanaan, serta kepemimpinan
seorang pria dalam rumah tangga.
- Tembe
me’e
Tembe Me’e adalah sarung
songket yang digunakan sebagai bawahan. Warna kuning keemasan sering dipilih
karena melambangkan kemakmuran dan kebangsawanan. Motif songket yang khas
menunjukkan identitas budaya masyarakat Bima yang kaya akan nilai seni.
- Salawi
Salawi adalah ikat
pinggang yang dikenakan untuk mengencangkan sarung. Selain berfungsi praktis,
Salawi juga menambah kesan gagah dan berwibawa bagi pengantin pria. Ikat
pinggang ini juga menjadi simbol kesiapan seorang pria dalam memimpin rumah
tangga.
- Sampela
Sampela adalah selendang
yang diselempangkan di bahu pengantin pria. Selendang ini berfungsi sebagai
pelengkap busana agar terlihat lebih megah. Sampela juga menunjukkan status
sosial pengantin pria dalam adat Bima.
Pakaian pengantin
perempuan (siki wani)
Pakaian pengantin
perempuan ini terdiri dari beberapa bagian yaitu; baju kakabu, tembe sumbu,
kida, antondi, salaka, sampela.
- Baju
kababu
Baju Kababu merupakan
atasan atau kebaya khas yang dikenakan oleh pengantin wanita. Biasanya berwarna
mencolok seperti merah atau emas, mencerminkan kemegahan dan keanggunan.
Bordiran emas yang menghiasi baju menambah kesan elegan dan mewah.
-Tembe sumbu
Tembe Sumbu adalah kain
songket khas Bima yang digunakan sebagai bawahan.Warna emas dan motif
tradisional pada kain ini melambangkan status sosial serta kemuliaan seorang
wanita. Sarung ini menunjukkan keanggunan pengantin wanita dalam adat Bima.
- Kida
Kida adalah mahkota emas
yang dikenakan di kepala pengantin wanita. Mahkota ini melambangkan status,
kecantikan, serta keanggunan seorang wanita. Bentuk dan ukiran pada Kida
mencerminkan warisan budaya yang kaya dari masyarakat Bima.
- Antondi
Antondi adalah gelang emas besar yang dikenakan
di tangan pengantin wanita. Gelang ini menjadi simbol kemewahan dan
keberuntungan dalam kehidupan pernikahan. Ukiran dan desainnya dibuat dengan
detail khas adat Bima.
- Salaka
Salaka adalah kalung
besar yang menjadi bagian dari perhiasan pengantin wanita. Kalung ini
memberikan kesan megah dan menunjukkan status sosial pengantin. Salaka juga
menjadi simbol kemakmuran dan keberkahan dalam kehidupan rumah tangga.
- Sampela
Sampela adalah selendang
yang dikenakan oleh pengantin wanita sebagai pelengkap busana. Selendang ini
menambah keindahan tampilan pengantin dan menunjukkan identitas budaya Bima.
Selain estetika, Sampela juga memiliki makna perlindungan dan penghormatan dalam
adat.
Selanjutnya adalah makanan tradisional suku Sasambo:
● Makanan tradisional Suku Sasak
Pelecing Kangkung
Plecing
Kangkung adalah salah satu hidangan khas Lombok yang terbuat dari kangkung yang
disajikan dengan sambal pedas. Salad yang segar dan aromatik ini menjadi
pilihan lauk yang wajib dicoba saat berkunjung ke Lombok. Kangkung direbus
terlebih dahulu dan kemudian disiram dengan sambal pedas yang kaya akan
rempah-rempah, menciptakan perpaduan rasa yang unik.
Bahan
pembuatan Plecing kangkung:
• 1 ikat kangkung
• 1 bks Tauge panjang
• 1 buah jeruk limau, belah dua
• 50 ml Air
• 6 siung bawang merah
• 1 buah tomat
• 5 buah cabe rawit merah
• 1 bks terasi abc kecil
• 1/2 sdt garam
• 1 sdt gula pasir
Langkah-langkah pembuatan:
Untuk membuat
Plecing Kangkung, langkah pertama adalah mendidihkan air dalam panci. Setelah
itu, masukkan kangkung dan biarkan mendidih hingga empuk, namun tetap tidak
terlalu lembek. Angkat, buang airnya, dan siram dengan air dingin untuk
mempertahankan warna hijau yang segar. Peras air berlebihnya dan letakkan dalam
mangkuk terpisah, kemudian kukus kelapa parut selama 10 menit. Saus sambal,
yang menjadi elemen penting dalam memberikan rasa pedas dan khas, dibuat dengan
mencampurkan tomat besar, terasi, bawang merah, cabai rawit, gula, dan garam
dalam food processor. Proses hingga halus, kemudian panaskan sedikit minyak
dalam wajan dan masukkan saus sambal. Masak selama beberapa menit hingga wangi.
Setelah itu, tata kangkung yang sudah direbus di piring saji dan taburi dengan
kacang tanah sangrai (opsional). Siram dengan saus sambal dan sajikan bersama
potongan jeruk nipis segar.
● Makanan tradisional Suku Samawa
Singang
Singang adalah hidangan khas Sumbawa yang dikenal
dengan kuah kuningnya yang segar dan gurih. Makanan ini terbuat dari ikan segar
yang dimasak dengan bumbu khas yang terdiri dari berbagai rempah. Ikan yang
sering digunakan untuk membuat singang antara lain nila, kakap, atau bandeng.
Selain itu, singang juga bisa menggunakan udang atau kepiting sebagai bahan
utama. Kuah singang memiliki rasa asam manis yang menyegarkan, mencerminkan
ciri khas kuliner Sumbawa. Warna kuah yang kekuningan berpadu dengan daun kemangi
yang hijau dan cabai rawit merah, memberikan kesan segar pada hidangan ini.
Singang memiliki beberapa variasi, seperti Singang Pacat dengan kuah yang
sangat kental, Singang Sekepak yang ditambahkan dengan buah asam jawa muda
dalam kuahnya, dan Singang udang/kepiting yang menggunakan udang atau kepiting
sebagai bahan utama.
Bahan-bahan:
·
Ikan nila
·
Terong
·
Tomat
·
Bawang merah
·
Cabe rawit
·
Jeruk nipis
·
Serai
·
Lengkuas
·
Kemangi
·
Daun bawang
·
Cabai kriting
·
Kemiri
·
Kunyit
Cara membuatnya:
1. Bersihkan isi perut ikan dan cuci hingga bersih.
Potong 1 ekor jadi 2 bagian agar tidak terlalu kecil. Tambahkan perasan jeruk
nipis secukupnya.
2. Haluskan bumbu seperti bawang putih, kemiri,
cabai merah keriting, cabai rawit, kunyit. Iris tipis bawang merah. Geprek
lengkuas dan serai.
3. Panaskan minyak secukupnya lalu masukkan bawang
merah, tumis hingga sedikit matang, masukkan bumbu halus, serai, lengkuas.
Tumis hingga aromanya harum.
4. Masukkan air asam jawa. Remas asam dan masukkan
airnya saja. Kalau perlu disaring. Tambahkan air 2 gelas kecil/ belimbing.
Tunggu hingga mendidih. Setelah mendidih, masukkan ikan. Dan bumbui kuahnya
dengan garam, gula pasir, dan kaldu jamur (penyedap rasa pokoknya) secukupnya
sesuaikan selera agar bumbu meresap sempurna.
5. Tunggu
hingga ikan matang. Masukkan terong yang sudah dipotong. Masukkan tomat, cabai
rawit utuh, ruku serta daun bawang secukupnya.
● Makanan tradisional suku Mbojo
Uta Palumara Londe
Uta Palumara Londe, yang juga dikenal dengan nama
Bandeng Kuah Kuning, adalah hidangan tradisional khas Bima, sebuah kota di
bagian timur Pulau Sumbawa, NTB. Hidangan ini terbuat dari ikan bandeng yang
dimasak dengan kuah kuning yang memiliki aroma khas. Untuk menyiapkan Uta
Palumara Londe, ikan bandeng biasanya dibumbui dengan garam dan rempah-rempah
yang pas. Ikan kemudian dimasak bersama campuran bawang merah, bawang putih,
cabai, asam jawa, dan rempah-rempah lainnya, menciptakan perpaduan rasa gurih,
asam, dan pedas yang lezat.
Bahan:
·
1 ekor ikan
bandeng, potong-potong
·
1.500 ml
air
·
10 butir
bawang merah, iris tipis
·
2 siung
bawang putih, iris tipis
· 1 buah
cabai merah besar, potong serong
· 3 buah
cabai hijau besar, potong serong
·
3 buah
cabai rawit merah, iris serong
·
4 buah asam
muda
·
1 buah
tomat, potong-potong
·
2 buah
tomat hijau, potong-potong
·
2 sendok
teh garam
·
1/2 sendok
teh gula pasir
·
4 batang
kemangi, petiki
Cara
membuat:
1. Lumuri ikan bandeng dengan 1 sdt
garam. Diamkan 15 menit.
2. Rebus air, bawang merah, bawang
putih, cabai merah besar, cabai hijau besar, dan cabai rawit merah sampai
mendidih dan harum.
3. Tambahkan asam muda, tomat, dan
tomat hijau. Aduk rata. Bubuhi garam dan gula pasir. Masak sampai mendidih
kembali.
4. Masukkan ikan bandeng dan kemangi. Aduk rata. Masak
sampai matang dan bumbu meresap.
Itu dia materi tentang keberagaman budaya Suku Sasambo yang terdiri dari pakaian adat dan makanan tradisional.
Berikut slide powerpoint interaktif
Untuk lebih jelasnya, kamu dapat mengikuti langkah-langkah menyusun powerpoint interaktif melalui video youtube berikut:
Komentar
Posting Komentar