Media Visual

 

Sumber: Pinterest

Halo, Sobat Kreatif!

Tahukah kamu apa itu media visual? Waah, sepertinya sangat ear-catching sekali bukan? Yuk, kita simak artikel di bawah ini!

Sebenarnya.. Media Visual Itu Apa Sih?

Media visual adalah segala bentuk alat bantu yang menyampaikan informasi melalui indra penglihatan. Dalam dunia pendidikan, media ini digunakan untuk membantu siswa memahami materi. Di dunia bisnis dan sosial, media visual menjadi senjata ampuh dalam menyampaikan pesan dengan cepat dan efektif. Contohnya meliputi gambar, foto, grafik, ilustrasi, diagram, video, dan animasi.

Mengapa Media Visual Sangat Penting?

Bayangkan membaca selembar teks panjang tanpa gambar. Lelah, bukan? Media visual mampu mengubah informasi yang rumit menjadi sesuatu yang lebih mudah dipahami, menarik, dan berkesan. Dengan tampilan yang memikat, informasi tidak hanya dilihat, tetapi juga diingat lebih lama.

Selain itu, visual mampu menembus batas bahasa. Sebuah gambar bisa dimaknai oleh siapa saja, di mana saja, tanpa perlu banyak kata.

Okay... Lalu Apa Aja Prinsip-Prinsip Dalam Media Visual?

Prinsip-prinsip Media Visual

1. Elemen: memilih dan merakit elemen verbal/visual  untuk dimasukkan ke dalam layar. Pengelompokan desain berikut sesuai dengan berbagai  elemen atau komponen display, elemen visual (memilih  jenis visual), elemen verbal (style huruf dan lokasi), dan  elemen pembanding (suprise, tekstur, interaksi).  

Elemen visual. Visual realistik menunjukkan objek  yang sebenarnya sedang dipelajari. Menggunakan warna  realistis dapat meningkatkan tingkat realisme, ini salah  satu tujuan utama instruksional yang diwarnai oleh  warna. Tidak ada representasi yang benar-benar  realistis.

Elemen verbal. Style huruf harus konsisten dan  harus selaras dengan elemen visual lainnya. Jumlah  style huruf. Tampilan atau serangkaian visual terkait,  seperti slide berseri, sebaiknya menggunakan tidak lebih  dari dua jenis style yang berbeda dan ini harus saling  selaras satu sama lain. Huruf kapital digunakan secara  normal. Judul pendek mungkin muncul di semua,  namun ungkapan lebih dari tiga kata dan kalimat utuh  harus mengikuti aturan huruf kecil. Warna huruf, warna  huruf harus kontras dengan warna latar belakang baik  demi keterbacaan sederhana maupun untuk kepentingan  penekanan pada kasus yang ingin kamu beri perhatian  khusus pada pesan lisan. Ukuran huruf. Tampilan  seperti papan buletin dan poster sering kali  dimaksudkan untuk dilihat oleh orang-orang yang  berada pada jarak 30 atau 40 kaki atau lebih. Dalam  kasus ini ukuran huruf sangat penting untuk  keterbacaan. Aturan umum yang umum adalah  membuat huruf kecil setinggi ½ inci untuk jarak  pandang 10 kaki. Ini berarti misalnya untuk seorang  siswa yang duduk di kursi terakhir kelas 30 kaki  panjang, hurufnya harus tingginya minimal 11/2 inci. 

Pola: memilih pola dasar untuk elemen layar. Idenya  adalah membuat pola yang mendasarinya, untuk  memutuskan bagaimana mata orang lain akan  mengalir melintasi layar Anda. Faktor utama yang  mempengaruhi keseluruhan tampilan adalah  penyelarasan elemen, bentuk, keseimbangan, gaya,  skema warna, dan daya tarik warna.

Apa Aja Macam-macam Media Visual Ya?

Macam-macam Media Visual:

Heinich, dkk (2002: 143-148) mengklasifikan media  visual menjadi enam yaitu gambar diam, gambar  (termasuk sketsa dan diagram), bagan, grafik, poster,  dan kartun

  1. Gambar diam adalah representasi foto (atau seperti  foto) orang, tempat, dan benda. Gambar diam yang paling umum digunakan dalam pembelajaran adalah  foto, kartu pos, ilustrasi dari buku, majalah, dan  katalog dan buku cetak (ilustrasi besar yang  disiapkan secara komersial untuk menyertai unit  pembelajaran tertentu)
  2. Gambar, sketsa, dan diagram menggunakan susunan  garis grafis untuk mewakili orang, tempat, benda, dan  konsep. Gambar, secara umum lebih selesai dan  representasional daripada sketsa (komposisi gambar  tongkat), yang cenderung kurang detail. 
  3. Bagan adalah representasi visual dari hubungan  abstrak seperti kronologi, jumlah dan hierarki. Bagan  harus memiliki tujuan pembelajaran yang jelas dan  terdefinisi dengan baik.
  4. Grafik memberikan representasi visual dari data  numerik. Data dapat ditafsirkan lebih cepat dalam  bentuk grafik daripada dalam bentuk tabel. Grafik  juga lebih menarik daripada tabel visualnya. 
  5. Poster menggabungkan kombinasi visual gambar,  garis, warna, dan kata-kata. Poster dimaksudkan  untuk menangkap dan menarik perhatian pengguna  setidaknya cukup lama untuk mengkomunikasikan  pesan singkat, biasanya yang persuasif. Agar efektif,  poster harus berwarna dan dinamis. Poster bisa  efektif dalam berbagai situasi belajar. Poster .dapat  merangsang ketertarikan pada topik baru, kelas  khusus atau acara sekolah. 
  6. Kartun (gambar garis yang merupakan karikatur  kasar dari orang dan peristiwa nyata) mungkin  adalah format visual yang paling populer dan akrab.  Kartun sering muncul dalam berbagai media cetak -  surat kabar, majalah, buku teks dan berbagai komik  yang ditujukan terutama untuk menghibur gambar  yang dimaksudkan untuk memberi komentar sosial  atau politik yang penting. Humor andalan  keterampilan kartunis. Kartun mudah dibaca dan  mudah dibaca dan menarik perhatian anak-anak dan  orang dewasa.
So, Bagaimana Contoh Media Visual dan Cara Membuatnya?
Salah satu contoh media visual yanh dapat dibuat adalah media visual berbentuk bagan dengan materi metamorfosis pada kupu-kupu. Berikut sekilas materi metamorfosis kupu-kupu yang ada di materi IPAS kelas 4 SD Kurikulum Merdeka.
Metamorfosis kupu-kupu proses perubahan bentuk dan struktur tubuh hewan sejak lahir hingga dewasa. Pada kupu-kupu, proses ini disebut metamorfosis sempurna karena melewati empat tahap utama.

Yuk, kita kenali satu per satu!

4 Tahap Metamorfosis Kupu-Kupu

1. Telur

Segalanya dimulai dari telur kecil yang diletakkan induk kupu-kupu di daun. Bentuk dan ukuran telur sangat kecil, biasanya berbentuk bulat atau lonjong.

2. Larva (Ulat)

Setelah beberapa hari, telur menetas menjadi ulat. Inilah tahap larva. Ulat akan makan banyak daun agar tumbuh besar. Walaupun banyak orang takut pada ulat, tahap ini sangat penting!

3. Pupa (Kepompong)

Setelah cukup besar, ulat akan berubah menjadi kepompong. Ini adalah tahap istirahat dan perlindungan. Di dalam kepompong, ulat tidak makan dan tidak bergerak. Tapi jangan salah, di dalamnya terjadi perubahan besar!

4. Imago (Kupu-Kupu Dewasa)

Beberapa hari atau minggu kemudian, keluarlah kupu-kupu dewasa yang indah dengan sayap berwarna-warni. Kini ia bisa terbang, mencari bunga, dan memulai siklus hidup baru dengan bertelur.

🧠 Fakta Menarik!

♧Kupu-kupu punya belalai panjang untuk mengisap nektar bunga.

♧Warna sayap kupu-kupu bisa berfungsi untuk menarik pasangan atau menakuti musuh.

♧Beberapa jenis kupu-kupu hanya hidup selama beberapa minggu saja!

Nah.. itu sedikit materi tentang metamorfosis kupu-kupu. Untuk lebih jelasnya, yuk perhatikan langkah-langkah pembuatannya!

1.1 Alat dan Bahan

A. Alat

● Gunting

● Selotip

● Kawat

● Cutter

● Korek

B. Bahan

● Kardus

● Lilin

● Kertas Bufalo

● Lem Tembak

● Lem Stick

● Kapas

● Gambar Siklus Hidup Kupu-kupu

● Gambar Panah-panahan

● Sedotan

● Tisu

1.2 Prosedur Pembuatan Media Pembelajaran

1) Siapkan alat dan bahan.

2) Potong kardus menjadi 2 bagian menjadi bentuk persegi dengan ukuran yang diinginkan.

3) Rekatkan masing-masing potongan kardus tersebut menjadi sebuah bangun.

4) Tempelkan kertas buffalo ke kardus yang sudah dipotong dan rekatkan menggunakan lem tembak.

5) Gunting gambar elemen kupu-kupu yang telah disiapkan.

6) Gunting kembali kardus mengikuti ukuran gambar kupu-kupu tersebut dan tempelkan.

7) Gunting kembali setiap gambar seperti gambar panah-panahan dan berbagai gambar lainnya dan kardus tersebut.

8) Tempel hasil guntingan gambar tersebut pada potongan kardus yang telah dipotong sesuai dengan ukuran setiap gambar.

9) Ukir kawat besi sedemikian rupa dan disambungkan dengan tempelan kupu-kupu pada kertas sehingga dapat dianimasikan.

10) Buat gambar ulat (salah satu bagian dari siklus hidup kupu-kupu) menggunakan sambungan 2 sedotan dan tisu yang digulung sedemikian rupa sehingga membentuk seperti ulat.

11) Bentuk gumpalan tisu seperti oval memanjang dan rekatkan menggunakan lem. Potong beberapa kawat sedemikian rupa sehingga membentuk seperti sebuah pohon tanpa daun.

12) Setelah semua siap, tempelkan semua sesuai dengan posisinya masing-masing pada bangun kardus tersebut.

 Nah.. itu dia cara membuat media visual yang mudah!

Di bawah gambar media visual yang dibuat dengan tema metamorfosis kupu-kupu.


Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sobat Kreatif!


Referensi:

Ermiana, Ida, dkk. 2022. Pengembangan Media Pembelajaran SD. Mataram: Mataram University Press.




Komentar

Postingan Populer